Seminggu Sekali

January 27th, 2009 by adisugar

ah ada suatu yg jadi pelajaran waktu beberapa waktu yg lalu

ya suatu kejadian yg membuka mata kami, terutama saya 
pribadi.

dalam suatu tausiyah setelah sholat maghrib berjamaah

ustadz  berkata, kita bertemu dengan keluarga kita tiap akhir 
minggu saja. tentu anak akan menjadi kurang kasih sayang

yg jadi ingatan saya adalah intinya..

yah.. kurasakan bagaimana masa2 pertumbuhan anakku tidak dia rasakan kasih sayang orang tuanya (saya terutamanya) dengan sepenuhnya. di saat2 yg membahagiakan 
(sabtu dan minggu) tapi keesokannya dilihat abi-nya tidak ada lagi di sisi dia, mengajak dia main, bercanda, dll.

orang2 mungkin berkata, ”kasian adi, pulang kerja nyampe rumah pengen istirahat malah jadi ngasuh anak”

wah ternyata sama sekali ngga masalah buatku, justru sy 
manfaatkan sebaik mungkin saat2 itu agar bisa bermain ma anakku.

sayang masa2 emasnya klo kurang perhatian dari abi-nya..

sekarang saya hanya bisa berharap, semoga kami 
dikumpulkan kembali, bisa menjadi keluarga seutuhnya yg dipenuhi 
kasih sayang. amiin

doakan saya.. jazakalloh khoir

sambungan…

September 12th, 2008 by adisugar

dah lama gak ngeblog nih…

sy coba deh tuk kembali nulis.. smoga bermanfaat dan selalu ada hikmah yg bisa diambil…

bermula dari sekedar iseng mencermati suatu hal yg terjadi di sekitarku

nanti deh disambung lg heheh

lg males…

Piling

January 31st, 2007 by adisugar

saur istri waktos sateuacan nikah kapungkur cenah manehna pernah ngemut bahwa sayah teh jadi suamina.. trus kemudian emang sayah jadi suamina nu saenyana..

Tentang Nikah

January 22nd, 2007 by adisugar

Ternyata menikah emang bukan urusan yang
mudah. tidaklah mudah. karena dibutuhkan
ilmu, harta, kematangan mental
spiritual, kekuatan dan kelapangan hati
untuk saling berbagi dan memahami satu
sama lain

sudah fahamkah kalian wahai para pemuda
bagaimana karakter kaum hawa yang suatu
saat akan menjadi teman hidupmu? teman
seumur hidup dunia-akhirat insya Allah…

contoh kecil saja tentang diamnya para
istri yang sering di salah artikan oleh
para suami. kadang tersetus dalam
pikirnya "mungkin dia kecewa menikah dgn
saya", "kok saya ngga bisa membahagiakan
dan memuaskannya", dan lain2

bagaimana kalian berharap jadi nahkoda
ulung kalau ombak lautan pun tidak
pernah lihat bentuk, besar, dan
sifatnya? bagaimana bila tiba2 di hadang
ombak setinggi 6 meter di tengah
samudera? dan ada badai yg mengombang
ambing? harus kukayuh kemana sampan ini,
haruskah kuputar balik dan kembali?
apakah akan kuterjang badai? apakah
sampan ini masih utuh atau hancur porak
poranda?

Memang sih pernikahan adalah suatu hal
yg perlu persiapan, namun jangan karena
itu terus merasa senantiasa belum siap
terus. Kalo gitu, kapan siapnya ? Apakah
kalo sudah kaya?, apakah kalo sudah
punya segudang ilmu?, apakah kalo sudah
dewasa?, dewasa seperti apa? (nanti ga
sadar malah keburu tua lho)

Memang betul juga bahwa kita mesti bisa
untuk saling berbagi n saling memahami.
Tapi kalo kita belum menikah, gimana mau
bisa berbagi n memahami? Kalo belum
pernah berlayar, gimana kita tahu gimana
cara menghadapi badai n ombak? Untuk
masalah ini, teori saja tidak cukup kan?

Tadi dibilang bagaimana kalian berharap
jadi nahkoda ulung kalau ombak lautan
pun tidak pernah lihat bentuk, besar,
dan sifatnya? dan ketakutan2 lainnya.
tapi ada satu hal..gimana bisa jadi
pelaut ulung kalo mau berlayar saja udah
pusing n takut duluan?

Dalam Islam pernikahan merupakan suatu
aqad (perjanjian) yang diberkahi antara
seorang laki-laki dan seorang perempuan,
yang dengan aqad itu menjadi halal bagi
keduanya hal-hal yang sebelumnya
diharamkan. Dengan pernikahan itu
keduanya mulai mengarungi bahtera
kehidupan panjang yang diwarnai cinta
dan kasih sayang, saling pengertian,
toleransi, saling tolong menolong,
masing-masing memberikan ketenangan bagi
yang lain, sehingga dalam perjalanannya
keduanya mendapatkan kebahagiaan.

Namun memang, bahtera pernikahan tidak
selalu menghadapi laut yang tenang,
kadang ada riak, kadang ada ombak kecil,
kali lain datang ombak besar yang
kesemuanya dapat membuat bahtera kita
menjadi oleng. Tapi itulah sudah
sunnatullah, karenanya barang siapa
berani berlayar ia tidak boleh takut
menghadapi ombak.

Insya 4JJl banyak koq saudara2 kita yg
bisa sharing gimana kiat-kiatnya agar
bahtera kita tetap dapat berlayar walau
ombak datang menghadang

So.. segeralah nikah..dengan niat karena
Alloh dengan tujuan mendapat ridho
Alloh, dengan proses yang Alloh ridhoi
tentunya..
Insya Alloh pernikahan itu akan menjadi
hal yang terindah, sampai di akhirat
kelak… Insya Alloh

Jangan Bersedih

September 22nd, 2006 by adisugar

Jangan bersedih kalo hidup kita miskin, masih
banyak orang2 disekitar kita yang lebih miskin
bahkan sampai terlilit hutang…

Jangan bersedih kalo kita gak punya mobil, masih
banyak orang yang harus jalan kaki karena tdk
mampu bayar angkot…

Jangan bersedih kalo kita sedang berpenyakit,
masih banyak orang lain yang mungkin dah bertaon2
penyakitan sampai tergolek lemah diatas ranjang…

Jangan bersedih kalo kita kehilangan orang2 yang
kita cintai karena kita bukanlah satu2nya orang
yang kehilangan orang2 yang dicintai…

Jangan bersedih karena kita masih memiliki dua
mata, dua telinga, dua tangan dan kaki, lidah dan hati

Jangan bersedih karena kita masih punya agama yang
kita yakini, nasi yang kita makan, air yang kita
minum, pakaian yang kita pakai, dan istri/suami
tempat kita berbagi….

"Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu
dustakan"
so jangan berputus asa.. lihatlah ke bawah masih
banyak orang2 yang lebih sengsara dari kita….

Sebelum Kamu Mengeluh

Hari ini, sebelum kamu mengatakan kata-kata yang
tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat
berbicara sama sekali!

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun
untuk dimakan!

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta
dijalanan!

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada
tingkat yang terburuk didalam hidupnya!

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda.
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada
Tuhan untuk diberikan teman hidup!

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu
cepat!

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin
mempunyai anak tetapi dirinya mandul!

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor
karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan!

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah
menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak
yang sama dengan berjalan!

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang
pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat
yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda!

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan
orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak
berdosa…!

Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta, ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam
kesusahan,

Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan
bahwa kamu masih hidup !

Life is a gift
Live it…
Enjoy it…
Celebrate it…
And fulfill it.

Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu

Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau
disembunyikan

Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik
atau tampan,
Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya…

It’s true you don’t know what you’ve got until
it’s gone,
but it’s also true You don’t know what you’ve been
missing until it arrives!!!

Pacaran

September 20th, 2006 by adisugar

Selama in sy sering dicurhatin temen2 terutama ama yg belum nikah…
sama sih dengan pengalaman sy dulu…kadang lucu deh dengan curhat2 itu
seperti biasa curhat yg sering keluar tuh masalah pacarnya..

Mereka kebanyakan mengeluhkan tentang pacarnya yg kurang perhatian lagi, pacarnya yg mendua, pacarnya yg bingung mintanya apa dan sejenisnya

Dari curhat mereka, mereka itu kebanyakan tidak menjadi dirinya lagi..mereka menjadi orang yg dituntut oleh sang pacar..mereka takut kehilangan pacarnya..tapi ngga takut kehilangan dirinya
itulah awal masalah2 yg mereka hadapi

Saya bilangin ke mereka tentang hal itu tapi mereka merasa tetap menjadi dirinya..
suatu hal yg wajar..itu lah yg disebut cinta buta. mereka menolak hal itu..tapi itu sebenarnya keadaan mereka..

Mereka berusaha menutupi aibnya agar terlihat sempurna dimata pacarnya
cinta yg seperti itu adalah cinta yg semu
aneh yaa…

Pacaran itu suatu hal yg ngga perlu.. sy menyesal kenapa dulu sempat pacaran
dengan pacaran banyak biaya yang harus dikeluarkan buat si dia.. pulsa telepon, jalan2, jajannya, kadang2 beliin baju..malah jaman skr ada yg sampe nyerahin dirinya buat pacar yg belum pasti akan menjadi suami/istri setelah nikah..

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang2 yg beriman dan beramal sholih, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran"

Kampak Tukang Kai

August 21st, 2006 by adisugar

Aya tukang ngala kai di leuweung nu
kahirupanana kacida miskinna. Hiji waktu, basa manehna keur nutuhan
dahan kai nu ngaroyom ka walungan, kampakna locot, ngacleng ka
walungan. Si Tukang kai teh ceurik bari ngadoa ka dewa, doana kadanguan
ku Dewa, Dewa turun ti langit teras naros : "Hey…kunaon maneh ceurik?"

Si Tukang Kai eta ngajawab yen kampakna tikecemplung ka walungan,
padahal manehna perlu pisan eta kampak keur balangsiar. Dewa langsung
teuleum ka walungan, terus mucunghul bari mamawa kampak nu dijieun ku
emas, "Ieu kampak anjeun teh?"

Tukang kai ngajawab : "Sanes!"

Dewa ngagejuburkeun deui ka walungan, terus teuleum deui, teu kungsi
lila mucunghul deui dina leungeunna mamawa kampak nu bahanna perak,
terus nanya ka tukang kai , "Sugan nu ieu kampak anjeun teh?" Sakali
deui, tukang kai ngajawab : "Sanes!"

Gejebur deui, dewa teuleum deui, basa mucunghul deui mawa kampak tina
beusi, anu memang kaboga si tukang kai, "Ieu meureun kampak anjeun teh?"

Tukang kai ngajawab: "Sumuhun, leres Gusti !"

Dewa kacida gumbirana, aya jelema jujur kacida, eta tilu kampak
sadayana dipasihkeun supaya disimpen ku tukang kai. Tukang kai balik ka
imahna bari jeung kacida bungahna.

Hiji waktu tukang kai teh leumpang jeung pamajikanana di sisi walungan.
Dasar keur apes pamajikanana tikosewad, tepi ka tigebrus ka walungan.
Si Tukang kai ceurik deui bari ngadoa ka dewa. Doana kadangueun ku
Dewa, dewa turun ti langit teras naros : "Kunaon deui anjeun ceurik?"

Si Tukang kai ngajawab pamajikanana tikecemplung ka walungan, gancangan
dewa neuleuman walungan, terus mucunghul bari mawa Deasy Ratnasari,
terus naros: "Ieu pamajikan anjeun teh?" Na ari pok teh: "Leres, eta
pamajikan abdi teh!"

Dewa teh kacida ambekna, teras nyarios : "Anjeun bohong!, teu jujur!"
Si Tukang kai teh ngajawab bari ampun-ampunan :

"Aduh gusti abdi nyuhunkeun dihapunten, sanes…..sanes….kitu maksad
teh, ieu mah salah paham. Kieu geura Gusti, upami abdi ngajawab eta
sanes pamajikan abdi, engke Gusti teuleum deui, nyandak… Dian Sastro,
upama ku kuring dijawab deui eta mah sanes pamajikan abdi, Gusti
teuleum deui nyandak pamajikan abdi, teras ku abdi disumuhunkeun eta
pamajikan abdi. Engke ku Gusti nu tiluan sadayana dipasihkeun ka abdi.
Gusti, terang nyalira abdi teh jalmi miskin teu mungkin gaduh pamajikan
satilu-satilu, kumargi kitu abdi gancangan we ngajawab leres, waktos
Gusti nyandak Deasy Ratnasari teh!"

Iman, Islam, Ihsan

August 16th, 2006 by adisugar

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Pada suatu hari, ketika Rasulullah s.a.w berada bersama kaum muslimin, datang seorang lelaki kemudian bertanya kepada baginda: Wahai Rasulullah! Apakah yang dimaksudkan dengan Iman? Lalu baginda bersabda: Kamu hendaklah percaya iaitu beriman kepada Allah, para Malaikat, semua Kitab yang diturunkan, hari pertemuan denganNya, para Rasul dan percaya kepada Hari Kebangkitan.
Lelaki itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah! Apakah pula yang dimaksudkan dengan Islam? Baginda bersabda: Islam ialah mengabdikan diri kepada Allah dan tidak menyekutukanNya dengan perkara lain, mendirikan sembahyang yang telah difardukan, mengeluarkan Zakat yang diwajibkan dan berpuasa pada bulan Ramadan.
Kemudian lelaki tersebut bertanya lagi: Wahai Rasulullah! Apakah makna Ihsan? Rasulullah s.a.w bersabda: Engkau hendaklah beribadat kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya, sekiranya engkau tidak melihatNya, maka ketahuilah bahawa Dia sentiasa memerhatikanmu.
Lelaki tersebut bertanya lagi: Wahai Rasulullah! Bilakah Hari Kiamat akan berlaku? Rasulullah s.a.w bersabda: Sememangnya orang yang bertanyakannya lebih mengetahui dariku. Walau bagaimanapun aku akan ceritakan kepadamu mengenai tanda-tandanya. Apabila seseorang hamba melahirkan majikannya maka itu adalah sebahagian dari tandanya. Seterusnya apabila seorang miskin menjadi pemimpin masyarakat, itu juga sebahagian dari tandanya. Selain dari itu apabila masyarakat yang pada asalnya pengembala kambing mampu bersaing dalam menghiasi bangunan-bangunan mereka, maka itu juga dikira tanda akan berlakunya Kiamat. Hanya lima perkara itulah sahaja sebahagian dari tanda-tanda yang diketahui dan selain dari itu Allah sahaja Yang Maha Mengetahuinya.
Kemudian Rasulullah s.a.w membaca Surah Luqman ayat 34 Yang bermaksud: Sesungguhnya Allah lebih mengetahui bilakah akan berlaku Hari Kiamat, di samping itu Dialah juga yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim ibu yang mengandung. Tiada seorang pun yang mengetahui apakah yang akan diusahakannya pada keesokan hari iaitu samada baik atau jahat dan tiada seorang pun yang mengetahui di manakah dia akan menemui ajalnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Amat Meliputi pengetahuanNya.
Kemudian lelaki tersebut beredar dari situ. Rasulullah s.a.w terus bersabda kepada sahabatnya: Sila panggil orang itu kembali. Lalu para sahabat berkejar ke arah lelaki tersebut untuk memanggilnya kembali tetapi mereka dapati lelaki tersebut telah hilang. Lantas Rasulullah s.a.w bersabda: Lelaki tadi ialah Jibril a.s. Kedatangannya adalah untuk mengajar manusia tentang agama mereka
(HR Bukhori, Muslim, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad Ibnu Hambal)

Birrulwalidain

August 1st, 2006 by adisugar

orang tua telah melahirkan kita…
seringkali kita mengabaikannya…
secara tidak sengaja menyakiti dan membuatnya menitikan air mata
padahal keridhoan Alloh tergantung kepadanya
dengan berbuat baik kepadanya niscaya Alloh akan memudahkan hidup kita

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

July 27th, 2006 by adisugar

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan
membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah
ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna
sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan
terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong
mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan
saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
"Makanlah nak, aku tidak lapar" ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan
waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu
berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan
bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan
yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,
ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih
menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku
makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu
menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan
cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan
ikan" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan
kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api
untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang
untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun
dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan
dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku
berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus
kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak
capek" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku
pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,
ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental
tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk
ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak
haus!" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta"
———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya
punya duit" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika
berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja
di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud
membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik
hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku
tidak terbiasa" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk
ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku
dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya
terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas
betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat
lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air
mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku,Aku
tidak kesakitan" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! "

Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita
yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk
meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah
dan ibu yang ada di rumah.

Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan
pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas
apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di
samping kita.

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita
sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita
renungkan kembali lagi..

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di
kemudian hari.