Suamiku, Pilih Aku atau Ibumu…!!
Thursday, June 22nd, 2006Sumber DSH net
Oleh: atik (jember)
“Kalau Mas jadi cowok itu dan ditanyai oleh si Gadis ..apa jawaban Mas ? “ tanyaku bernada mendesaknya.
“Ingat..Jawaban Mas harus jujur !” tambahku menambah tegang raut mukanya. Pagi itu ..aku melanjutkan keusilanku. Menggodanya saja sebenarnya. Tapi tak kusangka suami begitu tegang ‘hanya’ untuk memberikan jawaban atas pertanyaanku.
Malam itu..aku cerita tentang sebuah film produk Hongkong yang kulihat siangnya di komputer kantor lewat Network Places. Film itu bercerita tentang petualangan seorang gadis mencari pasangan (pacar).
Caranya…ia menanyakan kepada setiap laki-laki yang berminat kepadanya, sebuah pertanyaan yang sama. Sebuah Pilihan. Dari jawaban itu lah yang akan dijadikan pegangan oleh si Gadis memilih laki-laki yang akan menjadi pacarnya.
Pertanyaan itu, berisi sebuah cerita, “Jika kita bertiga, Aku, Kau dan Ibumu berperahu di danau…kemudian perahu yang kita tumpangi tenggelam, mana yang akan engkau tolong ?” tanya si Gadis. “Aku..ataukah Ibumu ?” pilihan itu yang diajukan.
Aku keusilan, pertanyaan itu aku ajukan kepada suami. Seandainya pertanyaan itu diajukan kepadanya, dan si Gadis itu aku..apa jawaban Mas ? Begitu desakku. Aku melihat wajah suami tiba-tiba saja menjadi tegang. Matanya tidak berani menatapku. Dan dengan keahliannya..dia belokkan diskusi kami ke topik lain, dan dia berhasil.
Tapi..pagi harinya, ketika dia membantuku mengupas bawang bawang merah..pertanyaan itu aku tagih kembali. Kulihat dia salah tingkah. Dan..terus terang aku menikmati keusilanku. hehehe.jarang-jarang sih..aku sukses ngusilin dia. Aku kalah usil dengannya.
Karena desakanku, akhirnya suami menjawab juga akhirnya. Dan itu pun..dengan suara yang amat tegang. “Aku pilih menyelamatkan Ibuku…Monggo kalau mau ditanggapi..” katanya pasrah.
Sebenarnya, aku sadar apa yang akan dipilih suamiku. Dia memang kudesak untuk berkata dengan jujur. Melihat kedekatannya dengan Ibu Mertuaku..wajar kalau dia memilih Ibunya. Dari awal aku memang sudah menyadari. Walaupun ada yang berdesir di hatiku, tapi kupikir..penyakit itu ..toh aku yang nyari sendiri. Salahku sendiri..mendesaknya untuk mengatakannya. Padahal dia baru beberapa hari saja mengenalku.
Menyadari suasana berubah menjadi sangat kaku..aku memilih untuk melanjutkan cerita film itu. Tidak mengomentari apa jawaban suami.
“Aku tertarik dengan jawaban cowok yang akhirnya dipilih oleh si Gadis sebagai kekasihnya itu. “ Kataku melanjutkan cerita. “Dia mengatakan…Aku memilih menyelamatkan Ibuku, karena dia sudah tidak kuat lagi berenang, sedangkan engkau, masih sangat muda, kuat..dan aku percaya pasti akan selamat berenang ke tepian. Ketika kita semua selamat ke tepian, kita akan bangun semua kembali, dan kita semua akan bahagia.”
“Githu ceritanya Mas..”kataku sambil tersenyum. “Sama dong dengan jawabanku tadi..”kata suami menanggapi. “ Jawaban nya memang sama..tapi dengan disertai alasan yang tepat, akan menentukan apa reaksi yang akan di terima.”
“Menurutku, jawabannya indah..menunjukkan rasa cinta si cowok kepada Ibunya, tapi juga kepada si wanita. Dia percaya akan kemampuan si cewek dan dia mempercayai itu. Jawaban bahwa ia memilih menyelamatkan Ibunya..bukan karena dia lebih cinta kepada si Ibu..tapi dia percaya kemampuan si cewek. Dia mencintai keduanya.” terangku dan sepertinya suami menerima argumenku.
Sering kita lihat fenomena ..perseteruan antara Mertua dan Menantu karena beda perlakuan suami. Tidak tawazun. Baik si Ibu atau si Istri..memandang Laki-laki ini menuangkan cintanya secara tidak seimbang. Menurutku..itu tantangan Laki-laki.
Dalam Islam..kita ketahui..bahwa anak laki-laki selamanya adalah milik Ibunya. Ibunya berhak atas diri dan hartanya, selamanya. Tetapi di sisi lain..Islam juga mengajarkan bahwa sebaik-baik laki-laki adalah yang bisa bersikap baik terhadap istrinya. Tuntutan itu sama besar. Harus disadari dari awal sebelum memasuki pintu pernikahan.
Di pihak laki-laki, harus disadari..kecemburuan antara keduanya (istri dan ibu) memang mudah untuk timbul. Karena wanita sering menggunakan perasaannya dalam memandang sesuatu. Wanita..sering memandang istri atau Ibu..bukan lagi sebagai kedudukannya,..tetapi sebagai wanita. Jadi persaingannya adalah kecemburuan antara dua wanita, bukan sebagai istri dan ibu lagi. Itu perlu disadari. Adalah tantangan bagi suami untuk bisa bersikap tawazun.
Sedangkan bagi istri, adalah perlu disadari bahwa, suami adalah milik Ibunya selamanya. Ibu memang berhak atas harta dan dirinya. Adalah kewajiban kita..mendorongnya untuk lebih berbakti kepada orang tuanya. Dengan pernikahan (yang tentunya atas restu ibunya) sudah seharusnya menjadikan suami menjadi sosok anak yang lebih berbakti kepada Ibunya. Semoga salah satu pintu surga terbuka karena baktinya itu. Itu tantangan kita …sebagai seorang istri.
Memang sulit..karena semua melibatkan perasaan. Dan banyak yang mengakui..memahami perasaan wanita, tidaklah semudah mengukur kedalaman lautan. Tapi..aku termasuk yang percaya, sesulit apapun itu..baik bagi si istri, atau suami..dengan tarbiyah yang selalu kita lakukan, selalu bersama saudara seiman kita (yang selalu setia mengingkatkan khilaf kita) kita insyaAllah pasti bisa ! Yang semoga akan berbuah kebaikan di dunia dan akhirat kita.
Amien !
Wallahu’allam bishowab !
===========================)I( )I( )I( ==========================
teriring doa buat suamiku..semoga Allah senantiasa membimbingmu..tuk jadi suami yang baik sekaligus anak yang berbakti pada Ibu..amien !