Ta`aRuFku GagaL..!!

Oleh: SALsaBILA (10.1.8.77 )

Serambi hati yg kembali sunyi, biliknya hampa
Kerja-kerja jiwa terasa berat Aura kebahagiaan yg tadinya terpatri apik, kini
lusuh Lingkupnya terpetakan pada mendung diwajah mungilnya

Mudah
bagiku membaca gelagatnya. Galau tentu yg menderanya kini. Smsnya kemarin
sengaja tak kujawab, kubiarkan begitu saja. Gerimis hati membaca pesan singkat
itu.
`Dek.. proses ta`arufku gagal! lagi.. untuk yg kesekian kalinya.
aku lelah dek, capek!, Mmm.. ya begini inilah kali ya kalo punya paras
pas-pasan, tidak cantik!`
Ku baca berulang-ulang inbox di ponselku itu.
Biasanya lincah jari ini menari di atas keypad utk segera mengetik SMS balasan.
Tapi kali ini.. aku ikut dibuat lelah olehnya. Seperti kehabisan aksara utk
sekedar merespon pesan singkat itu..

Tapi aku pasti akan membalas SMS
itu, kali ini akan ku balas lewat artikel! ;>

Pesimis! Ya.. ia
tiba-tiba menjadi orang yg pesimis terhadap jodoh, kelihatan jelas pada kalimat
akhir SMSnya.. `begini inilah kalo punya paras pas-pasan, tidak cantik!`

Wuaa.. si mba ku satu itu koq jadi berubah gitu ya? Padahal ku tau pasti
pengetahuan dan segala likunya tentang jodoh dipahaminya dengan benar, malah
kalau tentang yg satu ini, aku banyak belajar darinya. Hehe..

Tapi
terkadang ilmu yg kita dapat menjadi bias atau bahkan tak berbekas di saat hal
yg telah kita pahami dengan benar itu menimpa kita, Menjadi nyata dalam
keseharian kita. Mungkin ini kan cara Allah untuk menguji hambaNya, apakah ilmu
seorang hamba itu telah sampai pada tingkatan amal?

Memang,.. wanita
mana sih yg berharap berat jodoh, tentu saja tidak ada wanita yg berharap
demikian. Jodoh memang sesuatu yg ghaib, seperti halnya rejeki, hidup, dan mati.
Perkara-perkara itu sudah ditetapkan Allah 50 ribu tahun sebelum penciptaan alam
ini.
Kalau cuma masalah tidak cantik, lalu akan susah pula jodohnya. Nah ini
dia nih.. ilmu dari mana yak..?
Padahal kita tahu, tidak ada satupun dalih
bahwa peluang jodoh lebih cepat didapatkan oleh mereka yg memiliki sifat
superior (serba unggul). Pengalaman riil di lapangan kerap kali menjungkir
balikkan asumsi-asumsi kita selama ini.

Soal kecewa karena apa yg kita
idam-idamkan selama ini menjadi luput, itu sih wajar! Apalagi ditambah dengan
lingkungan yg menuntut kita untuk segera menikah, contoh nyatanya ada di
keluarga kita, si Ibu yg sering menanyakan `Nak, kapan kau akan menikah?`, belum
lagi beberapa teman seangkatan yg wara wiri mengirim SMS mengundang ke acara
pernikahan mereka. Woh..! Seperti ada kekhawatiran yg tiba-tiba tertangkap
seiring bertambahnya undangan walimahan dari teman-teman. Hehe..

Rasa
seperti ini wajar-wajar saja, tapi ngga perlu lah kita mendramatisir keadaan
sampai sedemikian rupa hingga ujung-ujungnya membuat kita menjadi minder,
pesimis, apalagi kalau sampai putus asa dari yg namanya rahmat
Allah..
Memangnya dengan minder, jodoh akan segera datang?

Jodoh
merupakan bagian dari rezeki, mari kita perhatikan bagaimana seorang alim
berpesan akan hal ini..

Adapun bumi dan sebab-sebab datangnya rezeki
adalah tanda-tanda bagi orang yg yakin. Tanda-tanda yg bisa mengantarkan hati
kepada Allah untuk mengantarkan hati kepada Allah untuk kemudian melihat rezeki
sebagai kebaikan dan karunia Allah. Agar dengan itu jiwa orang beriman berpindah
dari beban rezeki sebagai urusan dunia, kegalauan harapan, dan hukum sebab
akibat yg nampak. Menuju cara pandang ke pusat sumber pertamanya. Sumber yg
menjadi penyebab datangnya rezeki tersebut. Allah Rabbul Izzati..

Sungguh sebuah perolehan yg mengagumkan, betapa meski sebab-sebab rezeki
sangat nampak dan jelas berdiri di atas bumi, tempat dimana manusia berikhtiar
dengan keras, lalu menunggu hasil di belakangnya. Alquran dengan serta merta
menolehkan pandangan mata dan jiwa manusia ke langit, ke alam keghaiban, yaitu
kepada Allah, untuk melongok kesana, ke tempat dimana rejeki telah dibagi dan
garis (hidup) yg telah ditorehkan.

Kita hanya dituntut utk berdoa dan
berikhtiar, selanjutnya serahkan ke Allah.. that`s all!

Sekarang,
mumpung masi muda, masi single fighter pula.. Mari kita mengukir amalan-amalan
unggulan kita sejak saat ini, mengukirnya ditempat-tempat persaksian, di bumi
dan di langit! Di bumi kita bersujud menyembah Allah dan menyebarkan kebajikan.
Ke atas langit kita bisa mengirim amal-amal shalih, yg setiap senin dan kamis
akan di angkat oleh malaikat dalam catatan-catatan amal untuk kemudian dibawa ke
hadapan Allah.

Bergegas kita ramaikan bumi dan langit dengan sujud demi
sujud, ruku` demi ruku`, menghiasinya dgn lantunan dzikir dan amal-amal shalih
yg akan membuka pintu-pintu langit , yg dengan demikian akan digantikan laknat
dengan rahmat, keburukan dengan keindahan, neraka dengan surga, kekufuran dengan
iman, kebencian dengan kasih sayang Allah, dan yg terakhir kejauhan akan jodoh
dengan kedekatan, (lho..?!)

Kemudian dengan serta merta kesemuaannya itu
akan memancarkan pelitanya pada keindahan hidup yg sedang kita jalani ini.
Subhanallah! Indahnian bukan?

Hhh.. Alhamdulillah selesai sudah artikel
yg kujanjikan utk mba ku itu, sejurus kemudian ku raih ponsel utk sekedar
mengirim sebuah pesan singkat ‘Mba.. baca kolom partisipasi DSHnet hari ini
ya..?` ;>

Leave a Reply