Tentang Nikah

Ternyata menikah emang bukan urusan yang
mudah. tidaklah mudah. karena dibutuhkan
ilmu, harta, kematangan mental
spiritual, kekuatan dan kelapangan hati
untuk saling berbagi dan memahami satu
sama lain

sudah fahamkah kalian wahai para pemuda
bagaimana karakter kaum hawa yang suatu
saat akan menjadi teman hidupmu? teman
seumur hidup dunia-akhirat insya Allah…

contoh kecil saja tentang diamnya para
istri yang sering di salah artikan oleh
para suami. kadang tersetus dalam
pikirnya "mungkin dia kecewa menikah dgn
saya", "kok saya ngga bisa membahagiakan
dan memuaskannya", dan lain2

bagaimana kalian berharap jadi nahkoda
ulung kalau ombak lautan pun tidak
pernah lihat bentuk, besar, dan
sifatnya? bagaimana bila tiba2 di hadang
ombak setinggi 6 meter di tengah
samudera? dan ada badai yg mengombang
ambing? harus kukayuh kemana sampan ini,
haruskah kuputar balik dan kembali?
apakah akan kuterjang badai? apakah
sampan ini masih utuh atau hancur porak
poranda?

Memang sih pernikahan adalah suatu hal
yg perlu persiapan, namun jangan karena
itu terus merasa senantiasa belum siap
terus. Kalo gitu, kapan siapnya ? Apakah
kalo sudah kaya?, apakah kalo sudah
punya segudang ilmu?, apakah kalo sudah
dewasa?, dewasa seperti apa? (nanti ga
sadar malah keburu tua lho)

Memang betul juga bahwa kita mesti bisa
untuk saling berbagi n saling memahami.
Tapi kalo kita belum menikah, gimana mau
bisa berbagi n memahami? Kalo belum
pernah berlayar, gimana kita tahu gimana
cara menghadapi badai n ombak? Untuk
masalah ini, teori saja tidak cukup kan?

Tadi dibilang bagaimana kalian berharap
jadi nahkoda ulung kalau ombak lautan
pun tidak pernah lihat bentuk, besar,
dan sifatnya? dan ketakutan2 lainnya.
tapi ada satu hal..gimana bisa jadi
pelaut ulung kalo mau berlayar saja udah
pusing n takut duluan?

Dalam Islam pernikahan merupakan suatu
aqad (perjanjian) yang diberkahi antara
seorang laki-laki dan seorang perempuan,
yang dengan aqad itu menjadi halal bagi
keduanya hal-hal yang sebelumnya
diharamkan. Dengan pernikahan itu
keduanya mulai mengarungi bahtera
kehidupan panjang yang diwarnai cinta
dan kasih sayang, saling pengertian,
toleransi, saling tolong menolong,
masing-masing memberikan ketenangan bagi
yang lain, sehingga dalam perjalanannya
keduanya mendapatkan kebahagiaan.

Namun memang, bahtera pernikahan tidak
selalu menghadapi laut yang tenang,
kadang ada riak, kadang ada ombak kecil,
kali lain datang ombak besar yang
kesemuanya dapat membuat bahtera kita
menjadi oleng. Tapi itulah sudah
sunnatullah, karenanya barang siapa
berani berlayar ia tidak boleh takut
menghadapi ombak.

Insya 4JJl banyak koq saudara2 kita yg
bisa sharing gimana kiat-kiatnya agar
bahtera kita tetap dapat berlayar walau
ombak datang menghadang

So.. segeralah nikah..dengan niat karena
Alloh dengan tujuan mendapat ridho
Alloh, dengan proses yang Alloh ridhoi
tentunya..
Insya Alloh pernikahan itu akan menjadi
hal yang terindah, sampai di akhirat
kelak… Insya Alloh

Leave a Reply